Annawati van Paddenburg
Komisaris · Dewan Pengawas · Penasihat

Annawati van Paddenburg

Saya membantu dewan memandang alam sebagai aset strategis dan bagian dari ekonomi yang bertahan lintas generasi. Ekonomi kita sedang bertransformasi: modal yang masih mengalir ke bisnis seperti biasa perlu dialihkan ke usaha dan proyek yang membangun ekonomi rendah karbon dan positif bagi alam, di darat maupun di laut. Selama lebih dari dua puluh tahun saya bekerja di titik temu alam, ekonomi dan keuangan: bersama pemerintah, lembaga multilateral, investor dan usaha milik masyarakat adat di Asia-Pasifik, Afrika dan Amerika Latin.

Terbuka untuk posisi komisaris, dewan pengawas dan dewan penasihat.

Annawati van Paddenburg berbicara di World Congress of Soil Science
Pembicara di World Congress of Soil Science ke-20, Jeju
20+tahun di bidang pertumbuhan hijau, pembiayaan alam dan kebijakan
16negara mitra di Asia-Pasifik, Afrika dan Amerika Latin dalam program GGGI yang saya pimpin
$150 jt+modal katalis yang terbuka melalui program yang turut saya bentuk
4posisi dewan dan penasihat saat ini
Tata kelola

Posisi dewan dan penasihat saat ini

Dari lembaga sertifikasi global di London hingga perusahaan kakao milik masyarakat adat di Papua Barat: pekerjaan dewan saya mencakup standar, pembiayaan, ilmu pengetahuan dan usaha masyarakat.

Direktur, Dewan Direksi

Sustainable Biomass Program (SBP)

London · sejak 2021

Sistem sertifikasi global untuk biomassa kayu yang digunakan sebagai energi. Saya mewakili masyarakat sipil di dewan.

Posisi dewan dan penasihat sebelumnya

Anggota Ahli, Kelompok Kerja Modal Alam

Green Growth Knowledge Platform (GGKP)

Jenewa · 2018 – 2020

Kemitraan global UNEP, OECD, Bank Dunia, GGGI dan UNIDO di bidang ekonomi hijau.

Peran berikutnya

Terbuka untuk satu atau dua posisi dewan lagi

Saya mencari posisi komisaris, dewan pengawas dan penasihat di organisasi yang menjadikan alam, iklim dan nilai jangka panjang bagian dari strateginya, yang ingin mengalihkan modal ke ekonomi rendah karbon dan positif bagi alam, dan di mana pengalaman bersama pemerintah, investor dan masyarakat membawa perbedaan.

Peran

  • Komisaris atau anggota dewan pengawas
  • Ketua atau anggota komite keberlanjutan, risiko atau dampak
  • Dewan penasihat atau dewan pakar

Sektor

  • Bioekonomi di darat dan laut: pangan, pertanian, kakao, kehutanan, biomassa, rumput laut dan akuakultur
  • Pengelolaan alam sebagai bagian dari bioekonomi: solusi berbasis alam, tata guna lahan regeneratif serta pesisir dan laut yang sehat
  • Energi terbarukan dan transisi iklim
  • Kawasan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular
  • Investasi berdampak, pembiayaan campuran (blended finance), perbankan dan asuransi
  • Lembaga sertifikasi dan penyusun standar

Di mana dan bagaimana

  • Berdomisili di Auckland, Selandia Baru
  • Dewan di Selandia Baru, Asia-Pasifik dan Eropa
  • Terbiasa rapat jarak jauh lintas zona waktu, dan bepergian
  • Bekerja dalam bahasa Inggris, Indonesia dan Belanda
Kontribusi

Apa yang saya bawa ke dewan

Risiko dan peluang terkait alam

Pengelolaan alam adalah bagian penting dari bioekonomi. Jika hilangnya alam akibat praktik buruk di darat dan laut tidak diperhitungkan dalam harga, kita kehilangan jasa ekosistem yang menjadi tumpuan umat manusia. Dengan instrumen berbasis pasar dan insentif ekonomi, kebutuhan ekosistem yang sehat dapat diterjemahkan ke dalam bahasa bisnis dan investasi. Berpengalaman dalam valuasi ekosistem, nilai alam yang berisiko, dan agenda TNFD.

Mengalihkan modal dan pembiayaan campuran

Usaha rendah karbon dan positif bagi alam masih memiliki terlalu sedikit rekam jejak, sehingga investor menganggapnya berisiko tinggi. Instrumen pembiayaan campuran (blended finance) dapat mengurangi risiko investasi awal. Kita perlu menggunakannya untuk membangun rekam jejak itu, agar investasi semacam ini menjadi arus utama dan dapat ditingkatkan skalanya. Turut berkontribusi dalam mobilisasi lebih dari USD 150 juta modal katalis dari pemerintah, lembaga multilateral, yayasan dan perusahaan.

Strategi dan membangun organisasi, dari global hingga lokal

Di GGGI saya membangun program Indonesia dari nol dan menyusun strategi global pertama untuk lanskap berkelanjutan, yang disetujui manajemen dan Dewan GGGI. Di Ebier Suth Cokran saya turut membangun perusahaan agroforestri kakao dari kebun hingga produk bernilai tambah, serta kepemimpinan masyarakat adat dan kelompok yang terpinggirkan.

Kebijakan, instrumen pasar dan insentif

Berpengalaman dengan instrumen berbasis pasar dan insentif ekonomi yang membuat tata guna lahan berkelanjutan dan investasi hijau menguntungkan. Bertahun-tahun bekerja langsung dengan pemerintah pusat dan provinsi di berbagai negara, badan PBB, WWF, The Nature Conservancy dan bank pembangunan.

Membentuk bioekonomi, di darat dan di laut

Dari global hingga lokal: dewan internasional di balik Global Bioeconomy Summit, dewan sistem sertifikasi biomassa global, dan perusahaan kakao yang dibangun dari kebun hingga produk bernilai tambah. Untuk biomassa, kakao, rumput laut, kehutanan, pertanian, lahan basah dan lahan gambut: standar dan model bisnis yang menjadikan pengelolaan alam bagian dari usaha, sehingga lahan, pesisir dan penghidupan tetap produktif bagi generasi mendatang.

Manusia dan budaya

Keterampilan interpersonal yang kuat dan latar belakang multikultural Belanda-Indonesia. Pernah tinggal dan bekerja di delapan negara, termasuk enam tahun di Tiongkok. Fasih berbahasa Inggris, Indonesia dan Belanda, dengan kemampuan dasar bahasa Prancis, Jerman dan Spanyol, dan terbiasa memimpin lintas budaya dan zona waktu.

Pengalaman

Riwayat karier

  1. 2020 – 2026

    Salah satu pendiri dan Ketua Dewan

    Ebier Suth Cokran, Ransiki, Papua Barat, Indonesia
    • Salah satu pendiri; penasihat sejak 2020 dan Ketua Dewan sejak 2022.
    • Memimpin dewan perusahaan agroforestri kakao milik masyarakat adat di Ransiki, tempat saya tinggal semasa remaja.
    • Lahan 2.000 ha dengan izin 100 tahun: 1.200 ha kakao dan 800 ha kawasan konservasi.
    • Berkembang dari uji coba 30 ha menuju 200 ha dengan tim 180 orang; kakaonya meraih penghargaan Cacao of Excellence.
    • Menggalang modal awal lebih dari USD 2 juta.
    • Membangun fasilitas bantuan teknis untuk mengembangkan kepemimpinan lokal dan membina talenta, dengan mengutamakan generasi muda, terutama perempuan.
  2. 2021 – 2026

    Direktur, Dewan Direksi

    Sustainable Biomass Program (SBP), London
    • Anggota dewan sistem sertifikasi global untuk biomassa kayu berkelanjutan.
    • Mewakili masyarakat sipil, bersama Ketua Eksekutif Cambridge Institute for Sustainability Leadership, di bawah ketua independen.
    • Dewan menetapkan strategi dan mengawasi tata kelola; penyusunan standar didelegasikan kepada Standards Committee.
  3. 2021 – 2026

    Anggota Dewan Penasihat Internasional

    International Advisory Council on Global Bioeconomy (IACGB), Bonn
    • Anggota dewan internasional yang memberi masukan tentang bioekonomi global dan menyelenggarakan Global Bioeconomy Summit.
    • Berkontribusi pada Global Bioeconomy Summit 2026 di Dublin, tempat dewan mempresentasikan Global Bioeconomy Vision 2040.
    • Tamu khusus di ReFarm Conversations, Dublin, tentang petani, pembiayaan dan restorasi alam.
  4. 2021 – 2026

    Anggota Dewan (trustee)

    Predator Free Hauraki Coromandel Community Trust, Selandia Baru
    • Anggota dewan yayasan masyarakat yang menyingkirkan predator asing di wilayah Hauraki Coromandel.
    • Tata kelola dan kemitraan jangka panjang untuk melindungi burung asli dan keanekaragaman hayati.
  5. 2021 – 2022

    Anggota Ahli, Kelompok Kerja Alam

    Responsible Investment Association Australasia (RIAA)
    • Anggota ahli kelompok kerja investor tentang risiko dan peluang terkait alam, untuk Australia dan Selandia Baru.
  6. 2018 – 2020

    Anggota Ahli, Kelompok Kerja Modal Alam

    Green Growth Knowledge Platform (GGKP), Jenewa
    • Anggota ahli kelompok kerja GGKP, kemitraan UNEP, OECD, Bank Dunia, GGGI dan UNIDO.
    • Berkontribusi agar nilai modal alam diperhitungkan dalam keputusan kebijakan dan keuangan.
  7. 2017 – 2020

    Wakil Direktur, Kepala Lanskap Berkelanjutan

    Global Green Growth Institute (GGGI), Seoul
    • Anggota tim manajemen eksekutif yang diperluas.
    • Merancang strategi Lanskap Berkelanjutan pertama GGGI, disetujui manajemen dan Dewan GGGI.
    • Memperluas program ke 16 negara mitra di Asia-Pasifik, Afrika dan Amerika Latin.
    • Memimpin inisiasi proyek dan intervensi terkait lahan, air dan laut sebagai bagian dari portofolio global Lanskap Berkelanjutan.
    • Menggalang pendanaan iklim bernilai jutaan dolar dan membangun komunitas praktisi global.
  8. 2013 – 2017

    Perwakilan Negara Indonesia

    Global Green Growth Institute (GGGI), Jakarta
    • Membangun program negara dari nol.
    • Merancang program pertumbuhan hijau senilai USD 20 juta bersama Pemerintah Indonesia di bidang energi, industri dan lanskap.
    • Menjalin kemitraan dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, termasuk Kesepakatan Pembangunan Hijau Kalimantan Timur.
    • Menggalang pembayaran berbasis hasil REDD+ senilai USD 110 juta dari FCPF Carbon Fund Bank Dunia untuk Kalimantan Timur; GGGI menjadi mitra utama Pemerintah Indonesia dalam penyusunan ER-PIN, ER-PD dan perjanjian pembayaran (ERPA).
    • Terlibat dalam kehutanan, pertanian, energi terbarukan dan penghijauan kawasan ekonomi, dengan mendorong ekonomi sirkular.
  9. 2009 – 2012

    Pemimpin Strategi Keuangan dan Kebijakan Berkelanjutan, Heart of Borneo

    WWF, Jakarta
    • Penulis utama Heart of Borneo: Investing in Nature for a Green Economy, diluncurkan di Rio+20 dan diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia.
    • Memimpin valuasi ekosistem di Brunei, Malaysia dan Indonesia.
  10. 2007 – 2009

    Manajer Filantropi

    The Nature Conservancy, program Tiongkok, Beijing
    • Menggalang lebih dari USD 1 juta dari sumber publik dan swasta.
  11. 2003 – 2007

    Pejabat Pengembangan Proyek

    Wetlands International, Beijing (tenaga ahli, Kementerian Luar Negeri Belanda)
    • Memperoleh pendanaan untuk sembilan proyek dari antara lain Uni Eropa, Bank Dunia/GEF, UNDP, UNESCO-IHE dan mitra korporasi.
    • Mengoordinasikan strategi untuk Konvensi Ramsar COP9 pada 2005.
  12. 2002 – 2003

    Pejabat Program Hutan Hujan Tropis

    Komite IUCN Belanda, Amsterdam
    • Program dan komunikasi eksternal untuk proyek hutan tropis.
Publikasi

Publikasi pilihan

Pembicara

Pembicara dan media

  • 2026ReFarm Conversations, DublinTamu khusus pada acara pendamping Global Bioeconomy Summit 2026.
  • 2021University of Otago Business SchoolPembicara tamu tentang peran keanekaragaman hayati dalam keuangan dan investasi.
  • 2020IACC New Zealand, investment boardsPembicara bagi dewan investasi tentang risiko keuangan terkait alam.
  • 2019UNFCCC NAP Expo 2019Moderator panel tentang pertanian digital untuk adaptasi iklim.
  • 2017Global Landscapes Forum, BonnSesi tentang restorasi lahan gambut.
  • 201420th World Congress of Soil Science, JejuStok dan aliran tanah dalam perencanaan pertumbuhan hijau.
  • VideoEbier Suth Cokran: cacao from RansikiFilm tentang perusahaan kakao milik masyarakat adat di Ransiki, Papua Barat.
  • VideoGGGI: Country Representative IndonesiaWawancara, GGGI.
  • VideoCIFOR: stakeholders in forest managementWawancara, Center for International Forestry Research.
  • VideoADB: Sustainable Asia Leadership ProgramAsian Development Bank.
Potret Annawati van Paddenburg
Tentang saya

Berakar di Indonesia, berkarya di seluruh dunia

Saya lahir di Papua Nugini dari ayah berkebangsaan Belanda dan ibu berkebangsaan Indonesia, dan dibesarkan di Papua, Sumatra, Jawa dan Bali. Semasa remaja saya tinggal di Ransiki, Papua Barat, tempat saya kembali bertahun-tahun kemudian untuk ikut mendirikan kebun dan perusahaan kakao bersama masyarakat adat setempat, yang menjadi pemiliknya.

Setelah belajar ilmu lingkungan di Australia dan ilmu geo-informasi di Belanda, saya menghabiskan dua dekade di Beijing, Jakarta dan Seoul, dengan portofolio global, untuk menerjemahkan nilai alam ke dalam kebijakan dan investasi. Kini saya tinggal di Auckland dan bekerja secara internasional sebagai anggota dewan dan penasihat.

Pendidikan

  • MSc Geo-Information Science, Wageningen University
  • BSc (Hons) Environmental Science, University of Western Australia
  • Conservation Leadership Programme, WWF
  • Green and Sustainable Finance (course), Chartered Banker Institute

Bahasa

  • Inggris, Indonesia, Belanda: fasih
  • Prancis, Jerman, Spanyol, Mandarin, Korea: dasar

Mencari komisaris, anggota dewan pengawas atau penasihat?

Saya tinggal di Auckland dan bekerja secara internasional, baik tatap muka maupun jarak jauh. Saya terbuka untuk percakapan awal.