Risiko dan peluang terkait alam
Pengelolaan alam adalah bagian penting dari bioekonomi. Jika hilangnya alam akibat praktik buruk di darat dan laut tidak diperhitungkan dalam harga, kita kehilangan jasa ekosistem yang menjadi tumpuan umat manusia. Dengan instrumen berbasis pasar dan insentif ekonomi, kebutuhan ekosistem yang sehat dapat diterjemahkan ke dalam bahasa bisnis dan investasi. Berpengalaman dalam valuasi ekosistem, nilai alam yang berisiko, dan agenda TNFD.
Mengalihkan modal dan pembiayaan campuran
Usaha rendah karbon dan positif bagi alam masih memiliki terlalu sedikit rekam jejak, sehingga investor menganggapnya berisiko tinggi. Instrumen pembiayaan campuran (blended finance) dapat mengurangi risiko investasi awal. Kita perlu menggunakannya untuk membangun rekam jejak itu, agar investasi semacam ini menjadi arus utama dan dapat ditingkatkan skalanya. Turut berkontribusi dalam mobilisasi lebih dari USD 150 juta modal katalis dari pemerintah, lembaga multilateral, yayasan dan perusahaan.
Strategi dan membangun organisasi, dari global hingga lokal
Di GGGI saya membangun program Indonesia dari nol dan menyusun strategi global pertama untuk lanskap berkelanjutan, yang disetujui manajemen dan Dewan GGGI. Di Ebier Suth Cokran saya turut membangun perusahaan agroforestri kakao dari kebun hingga produk bernilai tambah, serta kepemimpinan masyarakat adat dan kelompok yang terpinggirkan.
Kebijakan, instrumen pasar dan insentif
Berpengalaman dengan instrumen berbasis pasar dan insentif ekonomi yang membuat tata guna lahan berkelanjutan dan investasi hijau menguntungkan. Bertahun-tahun bekerja langsung dengan pemerintah pusat dan provinsi di berbagai negara, badan PBB, WWF, The Nature Conservancy dan bank pembangunan.
Membentuk bioekonomi, di darat dan di laut
Dari global hingga lokal: dewan internasional di balik Global Bioeconomy Summit, dewan sistem sertifikasi biomassa global, dan perusahaan kakao yang dibangun dari kebun hingga produk bernilai tambah. Untuk biomassa, kakao, rumput laut, kehutanan, pertanian, lahan basah dan lahan gambut: standar dan model bisnis yang menjadikan pengelolaan alam bagian dari usaha, sehingga lahan, pesisir dan penghidupan tetap produktif bagi generasi mendatang.
Manusia dan budaya
Keterampilan interpersonal yang kuat dan latar belakang multikultural Belanda-Indonesia. Pernah tinggal dan bekerja di delapan negara, termasuk enam tahun di Tiongkok. Fasih berbahasa Inggris, Indonesia dan Belanda, dengan kemampuan dasar bahasa Prancis, Jerman dan Spanyol, dan terbiasa memimpin lintas budaya dan zona waktu.